Kebiasaan Ajaib Penghuni Kosan

Beringas 2

Kalau orang bilang kegiatan sehari-hari mahasiswa ITS adalah untuk belajar dan menyibukkan diri di kampus. Kebiasaan mereka, mahasiswa ITS tak lepas dari buku-buku, diktat, laporan praktikum dan sebangsanya. Anggapan orang memang boleh apa saja, halal kok berpendapat, tak tanggung-tanggung bangsa Indonesia telah menjaminnya dalan Undang-undang Dasar, wow betapa berpendapat itu sangat dianjurkan. Ibarat berzakat yang seharusnya 2,5% maka lebih afdol jika ditambah. Begitupun berpendapat akan lebih afdol jika banyak orang yang berpendapat (Ingat pendapat disandingkan dengan zakat maka konotasinya adalah pendapat yang halal dan afdol adalah pendapat yang baik).

Soal Mandi.
Sesuai dengan judul dan keunikan orang-orang yang ada di dalam satu atap gebang wetan 21A “beringas” kebiasaan-kebiasaan mereka sebagai mahasiswa ITS bisa dibilang tidak biasa, ada yang memerlukan waktu minimal setengah jam kalau harus mandi(ini ngapain saja di dalam kamar mandi?). Kalau dikalkulasi secara ilmu falak, saat masuk kamar mandi di pagi hari pasti kejar setoran dulu (red. Pup). Sebagai mahasiswa ITS yang nota bene identik dengan waktu yang sempit seharusnya hal ini bisa digabung dengan sikat gigi, so dalam satu waktu mengerjakan dua aktifitas, kalau dalam dunia informatika dikenal dengan istilah multitasking. Perkirakan saja waktunya adalah 5 menit, dengan berpositif thingking, hari kemarin telah makan cukup serat sehingga kejar setorannya lancar, kalau bernegatif thinking, hari kemarin banyak makan makanan tidak sehat seperti, kerikil, paku, silet maka bisa dipastikan tak diperlukan lagi kejar setoran tapi pembedahan saluran pencernaan alias operasi. Bersabun dan bershampoo perkirakan saja 5 menit, karena badannya sendiri yang disabun bukan milik orang lain (yang ini haram dilakukan jika bukan mahrom atau dalam kondisi darurot, misalkan memandikan orang mati). Kemudian dibilas sampai bersih sekaligus berpakaian kira-kira 5 menit. Jadi kalau butuh 30 menit itu sepertinya terlalu lama. Kita sebagai manusia harus berpisitif thinking, mungkin saja sedang menguras bak mandi, menggosok lantai kamar mandi agar tidak licin. Ingatlah berpisitif thinking selain menghindarkan dari pertengkaran hingga tujuh turunan juga berpahala lho.

Bernyanyi.
Bernyayi bagi penghuni kos ini semacam fardhu ‘ain saja. Mereka pun sangat berbakat dalam bernyanyi. Teknik vokal yang digunakanpun tidak main-main, mulai pernapasan perut, pernapasan paru-paru, pernapasan bawah (red. kentut). Aliran musik yang diusung pun beragam macam. Mulai dari campur sari modern, sereosa (yang ini cuma aku yang bisa ^_^), dangdut, pop, alternatif (suara panci, wajan, sutil dan semua peralatan dapur hehehe…), R&B, rock (bukan rock yang dipake Mbak2 lo). Mereka juga tahu macam-macam bagaimana memproduksi suara, suara bas, bariton (macam sungai di Kalimantan ya…), falseto, dan karena kebanyakan falseto maka seperti pemenggalan kata dalam bahasa Indonesia hanya kata false-nya saja yang tersisa. Sumpah kalo bernyanyi semacam orang teriak2, maki-maki ga jelas, yang lebih parah anjing saja yang suara gonggongannya menakutkan manusia malah takut kalo sampe mendengar suara mereka, bisa dibayangkan kalo hantu dan segala macam yang halus2 tak betah tinggal lama-lama dengan mereka maklum saja kedokteran THT di dunia halus sama mahalnya dengan dunia kasar (yang ini aku sok tahu). Apalagi kalo harus kamar mandi, ini juga menjadi salah satu faktor kenapa kamar mandi sudah menjadi semacam studio musik pribadi (ingat statemen di awal mahasiswa = harus irit). Mereka juga bisa bernyanyi ala dunia fauna, mulai suara “jangkrik”, “anjing”, “asu”, “kerek”, (tanda petik menunjukkan suara itu terdengar sesuai dengan kata-kata dalam apitan tanda petik). Sebenarnya sih ada kata yang cukup mewakili itu semua, cukup katakan saja kebun biantang, lebih lengkap kan karena didalamnya ada bermacam-macam hewan seperti macan, singa, monyet, ular, burung dari pada harus menyebut satu-satu (ingat juga prinsipmahasiswa = irit).

Main Remi.
Bermain remi adalah permaian rakyat modern minimalis. Mengertilah sodara-sodaraku, sebagai anak kos masalah keuangan adalah masalah yang crussial, oleh karenanya untuk menghemat anggaran gunakanlah prinsip-prinsip yang masih berlaku, jangan lupa lihat tanggal kadaluarsanya. Remi harganya murah dan bisa dimainkan oleh banyak orang. Dengan sedikit keluar uang tapi semua happy. Sebenarnya ada permainan yang tidak harus mengeluarkan uang sama sekali dan bisa dimainkan oleh banyak orang seperti contohnya “Bentengan” (ini hobbyku waktu kecil dan selalu menang karena larinya paling cepet). Permainan ini sangat seru dimainkan rame-rame tetapi tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan karena pertimbangan beberapa hal. Pertama tak ada lahan untuk pelampiasan, kedua kemungkinan ibu-ibu pengajian akan marah-marah karena dianggap kita bersaing dengan anak-anak mereka (mahasiswa vs siswa sd, secara logika pasti menang mahasiswa). Ketiga tidak mungkin melakukan kebiadaban beradu mulut dengan pengguna jalan karena jalannya ditutup untuk bermain bentengan.
Perlu diingat, tips untuk bermain remi agar menang, hindarilah menghadap kiblat (kalo menghadap kiblat hanya untuk sholat dan hal2 yang baik).

Kejar Tayang.
Kejar tayang (red. Pup) yang tidak teratur adalah juga kebiadaban yang sering mereka lakukan, tapi ada untungnya juga karena kalo biasanya orang tayang di pagi hari, mereka biasanya tayang secara berurutan. Untungnya adalah mereka tak perlu mengantri kamar mandi untuk sekedar termenung dan membuat gunung. Kebayangkan kalo seisi kosan yang berjumlah 11 orang harus ngantri kamar mandi untuk kejar tayang, betapa semua sumpah serapah akan keluar, seisi kebun binatang akan datang, kondisi muka yang bangun tidur tambah ancur gara-gara berubah warna jadi merah, ijo, hitam, kuning (keren kan seperti TV warna).

Ngumpulin sampah.
Aku juga ga abis pikir sih, kenapa bisa ada sampah ada di kamar ya??? sejak kapan manusia hidup dengan sampah? Mending ngumpulin berlian biarpun sedikit tapi bisa langsung kaya mendadak, nah ini ngumpulin sampah. tapi harus berpositif thinking lagi, katanya setalah aku melakukan investigasi “Biar ga ganggu yang lain, biar aku saja yang merasakan akibatnya”. Wow benar-benar mulia orang-orang ini tak mau berbagi keburukan hanya kebaikan saja yang mau dibagi. Mungkin sampah-sampah itu memilihi nilai historis sendiri jadi nanti dulu dibuangnya nunggu si empunya jenggotan. Ada juga anekdot mending pelihara kambing kalo besar bisa buat kurban, nah ini pelihara sampah. Aku tahu belakangan klo sampah-sampah bisa didaur ulang dan bisa menghasilkan duit (ingat prinsip mahasiswa = irit).

Kebajikan-kebajikan
Kalo dari tadi adalah keajaiban yang terjadi yang ini adalah anugerah Gusti Ingkang Maha Asih, mereka saling menyayangi, apalagi pas ada makanan, semakin disayang lah, hehehe. Suatu contoh kalo lagi musim hujan terus ada jemuran (bukan jamuran) pasti semua jemuran diselamatkan (termasuk juga pembalut segitiga, hehehe). Di dunia yang serba susah kalo tidak saling kerja sama dalam segala hal (kebiadaban juga termasuk @_@) seakan hidup seorang diri dan sepi, bisa dibuktikan, apalagi di kota Surabaya yang berprinsip “angkat pantat hilang tempat”, maka persaudaraan harus dipererat lagi.

Advertisement

10 Comments

  1. SayPhya said,

    June 16, 2010 at 8:52 am

    :shock: jadi seperti ini yang telah kalian lakukan ? ck..ck…

    hem…wekkekek, hem… kejamnya kota surabaya -terharu-
    lanjutkan hidupmu kisanak…

  2. QuickMimikri said,

    June 16, 2010 at 11:23 am

    Iyo Nyi… Emang hidup di kota surabaya penuh dengan perjuangan. Apalagi orang2 yang suka memanggil nama-nama di kebun binatang. Buset deh pokoknya. Seandainya aku berdaya upaya wes tak huleg2 wong2 iku nang cowek dadi siji karo rujak.

  3. encuz said,

    June 17, 2010 at 3:59 am

    ditunggu episode kosan lagi kebanjiran, haha

    • quickmimikri said,

      June 17, 2010 at 5:02 am

      Wokeh, akan segera terbit cerita balada banjir kosan, hahaha

  4. SayPhya said,

    June 17, 2010 at 7:51 am

    wadue… tenang boss.. ojo anarkis ngunu :D
    everything gonna be okay ;)

    lek perlu langsung gampar ae -lho-

  5. QuickMimikri said,

    June 17, 2010 at 11:37 am

    Iyo bener Nyi… Surabaya panas, maka kita harus dingin biar balance. Nanti langsung dilempar saja –> perang dingin hehehe

  6. King Fathur said,

    June 18, 2010 at 12:01 pm

    ahahahaha…… MANSTAB GAN…!!!!
    iki nek dikumpulno iso diwage skenario pilem. trus digawe pilem, tayang di bioskop. Bisa terkenal kita…..

    • quickmimikri said,

      June 21, 2010 at 9:18 am

      wah, bener iku, nanti kita beri judul, Gebang Wetan 21 A berdarah…

  7. Satria Ngawi said,

    June 19, 2010 at 7:49 am

    Sebagai Pencetus GSJ”Gerakan Selamatkan Jemuran”, moga anggota qt bukan hanya arek2 lantai 2. Maka dr itu, ayo qt rekrut arek2 lantai 1.
    Btw, mending qt mbentuk GW 21A Band aj. Spa teu bs nyaingi ST 12..Wkwkwkwk

    • quickmimikri said,

      June 21, 2010 at 9:20 am

      Bener kisanak, seeprtinya kita ini kerja sosial tanpa kenal waktu, kapanpun hujan turun kita selalu stand by… Boleh iku kita bentuk band, kita bisa langsung menyabet penghargaan double platinum sekali launching album.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.