Gigiku sayang gigiku malang!

Duuuhhh, kenapa gigi ini kok bengkak seperti ikan mas koki ya… Rasa sakit yang tak tertahankan kembali melanda gigiku ini. Tampak depan, muka ini sudah cubby seperti orang sedang nginang (a.k.a makan daun sirih). Mengerjakan skripsi yang udah dikejar target jadi ga konsen, sakitnya minta ampun. Aku lebih milih makan steak daripada sakit gigi (lo ga ada korelasinya ya (_ _ !) ). Memang sakit gigi ini datangnya tidak kira-kira, tidak tahu juga kalo skripsi ini udah nunggu untuk dikerjakan dari setahun yang lalu (huff!!).

Reaksi-reaksi tetangga dan orang-orang.

X :”kenapa mas?”

Me: “sakit gigi.” Dengan sedikit tersenyum kecut dan dongkol dalam hati, udah tahu orang sakit gigi ga bisa ngomong, nah ni orang membuat statemen yang membutuhkan aku untuk menjawabnya. Dasar orang pura-pura ga ngeliat kali.

X:”ga pernah sikat gigi ya mas.”

Me:”Ini karena kebanyakan sikat gigi tahu.” Sampil menopang pipiku yang berat sebelah macam menara Pisa yang miring sebelah (hehehe). Buset dah, malah menghina, bukannya nolongin.

Dari pada pipiku tambah cubby gara-gara meladeni si X ngomong yang tidak memberikan solusi lebih baik aku tinggal saja.

Ke esokan harinya aku langsung meluncur ke dokter gigi Medical Center, dengan segala harapan setinggi langit, dan mengharap keajaiban dokter gigi punya mantra dan jampi-jampi yang bisa menyembuhkan luka ini dalam sekerlip mata.

Medical Center

Setelah registrasi di bagian front office dan si mbak dengan lembut bilang “Tunggu sebentar ya mas.” Dengan senyum yang aku paksakan karena memang untuk senyum saja aku sulit, apalagi sekolah (ingat iklan wajar 9 tahun).

Ok, fine. 5 menit pertama tak terjadi apa-apa, aku masih seperti saat pertama datang, sakit gigi ini… 5 menit kedua aku masih merasakan keheningan, namaku belum juga dipanggil. 5 menit ketiga aku sudah mulai cemas, gelisah dan keringat dingin keluar, tak seorangpun menyebut namaku. Aku mulai berimajinasi. Pertama, ah mungkin masih banyak pasien jadi harus antri (kenyataannya pasiennya hanya aku dan satu orang yang juga menderita lahir batin). Kedua, apakah gerangan yang sedang terjadi di ruangan poli gigi? Perkelahian antara dokter dan pasienkah, atau tindakan asusila kah?

Setelah cukup ditelantarkan dan menderita lahir batin akhirnya sayup-sayup namaku dipanggil dari ujung lorong (jika tak segera dipanggil langsung sakit jiwa).

Dokter :”Keluhannya apa mas?”

Me :”Sakit gigi dokter…”

Dokter :”Sakitnya kenapa?”

Me:”Ga tahu nih, padahal giginya tidak lubang, tapi bisa bengkak segede gambreng.”

Dokter: “Ohh, kalo begitu silakan duduk dikursi pesakitan.”

Ok segera laksanakan perintah tuh dokter. Duduk dengan rileks. Setelah melihat sekilas sekeliling, semua ruangan berwarna putih, jadi aku semakin keliatan kalo hitam (ini gara-gara pake produk lain (_ _ !)). Anganku melayang-layang. Alat-alatnya disterilkan ga ya?? Aku pasrah saja dari pada tanya macam-macam dan kalo ternyata imajinasiku benar bahwa alat-alatnya tidak disterilkan dulu, huaaaaaaa (T_T). Lebih baik tidak tanya dan tidak tahu dan pura-pura tidak tahu.

Setelah mulut ini disodok2 dengan alat-alat unik yang aku tak tahu namanya, dengan meringis2 masih aku tahan derita kehidupan ini.

Dokter: “Itu gusinya bengkak.” Aku hanya manggut2.

Dokter: “Tumbuh tidak normal”. Wots aku pikir hanya pertumbuhan tubuhku yang tidak normal (kurang tinggi hehehe), ternyata gigi bisa juga tumbuh abnormal.

Dokter memberikan resep yang harus aku tukar dengan obat di apotek MedCen.

Tiba-tiba dan tak dinyana si dokter bertanya lagi.

Dokter:”Itu cincin kawin mas? Sudah menikah mas?”  Aku langsung berpikiran aneh2. Wah jangan-jangan dokter ini mau melamarku, hihihihi.

Dokter:”Cincinnya sama dengan cincin kawin saya”.

Me:”Ohhh. Saya belum menikah kok dokter.” Kirain saja.

Dokter:”Oh sudah tunangan ya? Dapat orang mana? Dari kampus ini juga?”. Buset dah si dokter tanyanya macem-macem. Daripada nanti tanya macem2 lagi atau aku diminta jadi menantunya, langusng saja aku jawab

Me:”Iya udah, orang lumajang juga Dok”.

Dokter: “Gitu saja kok malu mas”.

Aku langsung tersipu, memerah merona pipiku (seperti lirik lagunya Gita Gutawa-Harmoni Cinta).

Apotek

Terkejut ku terkejut. Obatnya gede-gede. Segede kerikil jalanan. Gimana minumnya ya???? tapi positipnya adalah semuanya free alias ratu (ora tuku) alias gretong alias gratis. Lumayan lah bisa buat jajan uangnya , hehehe

10 Comments

  1. SayPhya said,

    June 21, 2010 at 10:27 am

    hem… hal yang menyeramkan ketika sakit gigi, adalah harus ke dokter gigi -ya eyalah mosok ke dokter kandungan :mrgreen:

    makanya pik, pake produk saaya, jangan pake produk laen, bengkak deh -ngiklan-

    sek2..iki mau kok ada statemen ..
    Me:”Iya udah, orang lumajang juga Dok”.—- sing membaut ambigu :?:

  2. QuickMimikri said,

    June 21, 2010 at 2:39 pm

    Iyo, aku pake merk Odoldent Jeung… udah kapok pake merk laen. Ambigu apane jeung???

  3. SayPhya said,

    June 22, 2010 at 3:53 am

    brati intine kamu wes tunangan ? -syock

  4. quickmimikri said,

    June 22, 2010 at 9:30 am

    Husss Jeung jangan bilang siapa2 (Cuplik lagunya Mbak Ratu). Ini antara engkau dan aku (cuplik lagunya Mbak T2)

  5. Sayphya said,

    June 24, 2010 at 10:01 am

    loh brati beneran -syock-
    waduw, kudu perscon iki …ck..ck…

  6. June 24, 2010 at 5:31 pm

    ojo nulis blog ae. TA TA

  7. quickmimikri said,

    June 26, 2010 at 6:53 am

    Opo iku perscon??? Wah istilah baru dalam dunia per blog an

  8. SayPhya said,

    June 26, 2010 at 9:05 am

    perscon = konferensi pers :lol:

  9. QuickMimikri said,

    June 30, 2010 at 12:36 pm

    Hiyuuuk mari, sek Jeung. Biar jadi rahasia dulu…

    • Sayphya said,

      July 1, 2010 at 2:36 am

      emohhhh….. enggak mauuuu -mukul2 mimikri ama palu-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.