Aku, Tarjo, 83, Sang Veteran Perang
Usiaku boleh saja sudah senja, tapi semangat itu selalu membara, sama seperti saat-saat aku berjuang membela kewibawaan negeri ini.
Senyum yang tersungging dari bibirku yang sudah dipenuhi keriput benar-benar bisa kurasakan kenikmatannya. Bebas, lepas dan jauh dari rasa was-was.
Kalau menoleh ke kebelakang, sungguh hari ini adalah sebuah berkah yang tidak ternilai. Betapa kehadiran hari ini seperti suatu hal yang mustahil. Tapi Tuhan berkehendak lain, di umurku yang sudah kepala delapan, aku bisa menyaksikan anak cucuku tumbuh kembang dalam perdamaian, tanpa terdengar suara dentum meriam ataupun letup senapan.
Terkenang di ingatan “Kawan, perjuangan kita di medan gerilya bukanlah untuk kita. Biarlah generasi mendatang hidup merdeka .”