Tahukah kenapa disaat rasa sendu tiba, menjadi melankolis, semua kekuatan alam menyelimuti, menuliskan semua syair-syair pujangga yang telah lama tidur terbuai mimpi-mimpi
Suara binatang malam, semilir angin berhembus membelai dedaunan, menemani malam.
Rembulan tak juga segan membagi sinarnya yang temaram. Berjalan sesekali tertutup awan.
Siapakah gerangan tuan yang berjalan malam-malam sendirian. Mengayunkan kaki ke belakang ke depan. Tidak seorangpun mendampingi sang tuan, sungguh malang nian.
Garis-garis kehidupan yang terukir jelas terpahat dikulit-kulitnya yang tak lagi muda. Tulang-tulangnya yang tegak tapi rapuh juga.
rha said,
October 24, 2011 at 8:51 am
Sopo fik tokoh ceritanya, kmu tah. Dadi bisanya kalo stress gitu toh penggaweanmu…
quickmimikri said,
October 29, 2011 at 12:38 pm
Hahahaha… yo ngunu iku, terinspirasi dari orang tua yang bekerja di malam hari di kota malang