Suara Malam

Tahukah kenapa disaat rasa sendu tiba, menjadi melankolis, semua kekuatan alam menyelimuti, menuliskan semua syair-syair pujangga yang telah lama tidur terbuai mimpi-mimpi

Suara binatang malam, semilir angin berhembus membelai dedaunan, menemani malam.

Rembulan tak juga segan membagi sinarnya yang temaram. Berjalan sesekali tertutup awan.

Siapakah gerangan tuan yang berjalan malam-malam sendirian. Mengayunkan kaki ke belakang ke depan. Tidak seorangpun mendampingi sang tuan, sungguh malang nian.

Garis-garis kehidupan yang terukir jelas terpahat dikulit-kulitnya yang tak lagi muda. Tulang-tulangnya yang tegak tapi rapuh juga.

Advertisement

2 Comments

  1. rha said,

    October 24, 2011 at 8:51 am

    Sopo fik tokoh ceritanya, kmu tah. Dadi bisanya kalo stress gitu toh penggaweanmu…

  2. quickmimikri said,

    October 29, 2011 at 12:38 pm

    Hahahaha… yo ngunu iku, terinspirasi dari orang tua yang bekerja di malam hari di kota malang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.